Skip to main content

Lesson learned


Actually, I don't really know how to start writing a story properly. I also don't understand myself why did I choose that picture out of all pictures in my gallery. But well...

Foto ini diambil kira-kira dua tahun yang lalu. Berlokasi di salah satu SD negeri di kabupaten Bandung Barat. SDN Giri Raharja namanya. Acara apa sih? Kok bisa sampai kesana? Ngapain? Sama siapa? Iya iyaa aduh posesif banget deh kamuuuu 😝

Acara ya...hmm bukan acara biasa ini loh. Jadi kami datang kesana dengan niat baik untuk melakukan pengabdian masyarakat. Mungkin kawan-kawan lebih familiar dengan kata relawan. Ya, katakanlah kami adalah relawan disini. Relawan akademik lebih tepatnya. Kami yang berseragam navy di foto itu (yang ikut-ikutan pose sok imut itu loh kaaaak 😋) adalah mahasiswa pascasarjana di sebuah universitas ternama di kota kembang, Bandung. Pernah dengar nama UPI? Ya. Universitas Pendidikan Indonesia. Kami yang terlibat dalam kegiatan ini semuanya tergabung dalam sebuah komunitas bernama Awardee LPDP UPI. Komunitas apa itu? Sekilas saja ya, jadi komunitas ini dibentuk sebagai wadah bagi para awardee atau penerima beasiswa LPDP yang ada di kampus UPI. Banyak loh kegiatan yang kami lakukan di setiap periode kepengurusan komunitas. Salah satunya kegiatan pengabdian masyarakat ini.

Setiap tahunnya, atau setiap periode kepengurusan (kelurahan kami menyebutnya), akan selalu ada kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan ini juga merupakan sebuah perwujudan dari janji kami para awardee untuk mengabdi kepada masyarakat dan menularkan ilmu yang kami peroleh di bangku perkuliahan. Sebenarnya ada banyak agenda pengabdan masyarakat yang kami lakukan, seperti bakti sosial, penyuluhan kesehatan, dan lain sebagainya. Tapi, satu agenda yang rutin kami lakukan setiap satu bulan sekali adalah kegiatan awardee goes to school ini. Kami disini sengaja memilih sekolah yang memiliki keterbatasan akses sebagai tempat kami mengabdi. Tujuan kami sepenuhnya hanyalah ingin berbagi dan tentunya belajar bersama adik-adik di sekolah ini.

Ngapain aja sih kegiatannya? Of course we teach.We learn. We have fun! It was soooo much fun! Karena disini kita gak cuma mengajari teori, tapi lebih banyak prakteknya, dan tentunya kami mengajar dengan metode yang menyenangkan sehingga adik-adik kami disini dapat belajar dengan riang gembira. Seperti contohnya, aku ingat suatu kali kami memperkenalkan pada mereka jenis-jenis profesi. Lalu,kami meminta mereka untuk menuliskan cita-cita mereka dan mengabadikannya dalam sebuah mading. Aku bahkan masih mengingat betapa antusiasnya adik-adik ini menulis dan bahkan menggambar cita-cita mereka. Lihatlah di mading ini. Anak-anak yang polos itu, semua memiliki cita-cita yang begitu mengagumkan.



Kala itu, aku ingat celetukan salah satu adik disana, "Aku mau jadi guru kayak teteh biar bisa ngajarin adik-adikku nanti."
Polos sekali bukan? Tapi aku percaya perkataan anak seumur mereka adalah sesuatu yang berasal dari dalam hati mereka. Tulus, tanpa jeda. Pun ketika aku membaca setiap coretan tangan mereka akan cita-cita yang ingin mereka raih ketika dewasa kelak, aku bisa melihat kesungguhan disana.
Oh tentu cita-cita bisa saja berubah. Bahkan cita-citaku sendiripun selalu berubah dari waktu ke waktu. Tapi, jangan remehkan apa yang mereka tulis disana. Jangan karena kita yakin suatu saat cita-cita itu akan berubah, lantas kita menyepelekan apa yang mereka ungkapkan dengan sepenuh hati mereka. Siapa yang tahu kalau dibalik tulisan itu mereka menyelipkan doa yang sungguh-sungguh dan malaikat mengaamiini doa mereka? Who knows...

Aduh jadi ngelantur ceritanya ya hmm...
I told you before that I am an amateur in writing a story. Well...you see...I don't know how to end a story properly either lol. I just want to share you one of the memorable stories I had in my graduate life. Di Bandung, di kota perantauanku yang kesekian, aku gak cuma menuntut ilmu. Disini aku juga belajar banyak hal lain yang tentunya gak bisa aku dapatkan hanya dari duduk di ruang kelas. Aku belajar berbagi, belajar berproses, dan belajar kehidupan dari anak-anak kecil di sudut lain Bandung yang tak banyak orang tau. Karena bagiku, ketika kita berbagi, kita tak akan pernah kekurangan. Justru dengan berbagi, akan ada lebih banyak hal yang kita dapatkan. So, what are you waiting for?

Comments

Popular posts from this blog

Youth is not coming back

Life is a funny thing, you know? You rise, you fall. One time you can be so happy over small thing, then other time you can be so desperately sad about something else. One time you can be so high, other time you can be so damn low. You face many things in life. Failure is no exception. You try, you fail. You succeed, yet you don’t know how long will it last. At least, you’ve done your best. You give it all. Who knows what will happen in the future? You might think you’ve done your best, but sometime it isn’t enough. Sometimes, what we think the best for us is not actually the best. God knows better. We plan, we fail. We plan, God decides. Trust God, and you’ll get everything you need. I know sometimes what we want is not actually what we need. And who knows better about us if not the one who create us? We might hate something, but actually it is good for us. Or else, we might like something, but actually it’s bad for us.  We never know. Sometimes, our choice can be a boomera...

UNCOMMITTED

It was all a dream  Reality was far from the safe picture  She painted for me  She told me I was the one and I believed  Until the dream dissipated so suddenly Ketika sesuatu yang seharusnya mudah, menjadi sulit hanya karena ego yang berlebih. San tak pernah berpikir bahwa semua kebahagian yang ia perjuangkan bertahun-tahun akan berakhir menyedihkan. Ia pikir, dengan memberikan segala yang ia miliki, akan cukup untuk membuat cinta bertahan dengannya. Kenyataannya, Mareta pergi. Membawa serta separuh jiwanya. Hatinya. San tak pernah dapat memahami apa yang salah dengan hubungan mereka. Bukankah selama ini mereka baik-baik saja? Bukankah semuanya berjalan dengan lancar? Bukankah mereka berjanji untuk saling memiliki? Bahkan, gadis itu pernah menatapnya mantap dan berkata bahwa dialah satu-satunya. Lantas apa? Apa yang membuat San kehilangan satu-satunya cinta dalam hidupnya? I don't know why she was so compelled to leave  Something was messin' with her p...

A Warm Autumn Breeze

i make another short story guys...^^ a lil bit longer from the previous one, btw...:D -------------------------------------------------- It was autumn. When the leaves fall and the sun warm. Not as cold as winter nor as hot as summer, just warm. Yet, not as beautiful as spring. It was autumn. The season when this story begin. Ana is sitting in the bench, in the park she used to come every time she needs a time for herself. A red headphone perched in her head as she looked at the crowded of children in front of her. She smiled at those beautiful scenery. Some old memories running out in her head. She takes a deep sigh before close her eyes, enjoying the song played in her ipod. Again, those old memories come, this time more clearly and seems so real. She was there. Running around with the other child in her age. She was smiling. A wide smile that never faded from her cute face. Behind her, is a cute guy seems around 8 years old, just one year older than her. He can’t  st...